Akumulasi dari Hal Random yang Tak Menentu: Sakit

Akumulasi dari Hal Random yang Tak Menentu Sakit
Spread the love

Sebagai seorang cewek yang (rasanya) setrong, saya nyaris jarang sakit (Alhamdulillah). Ya, ada lah sakit dikit-dikit seperti pusing, flu atau batuk yang nggak kunjung sembuh. Tapi itu pun nggak mengganggu aktivitas. Bahkan sampai saya divonis dokter punya katup jantung abnormal-tapi-nggak-sampai-bocor saya masih setrong aja. Masih tetep kerja pagi pulang sore dengan semangat biarpun ada lah nyeri-nyeri dikit.

Intinya, saya merasa bangga jadi cewek yang tahan banting luar dalam.

Tapi, benar sih kalau ada yang bilang jangan sombong dengan keadaanmu, karena bisa saja Tuhan membolak-balikkan semuanya. Dan itu terjadi beneran sih sama saya. Jadi, beberapa hari lalu saya tumbang total karena penyakit super sepele yang sama sekali nggak keren: Amandel.

Rasanya semacam guyon aja soalnya saya sudah lamaaa banget nggak kambuh itu amandel. Malah sempet lupa d dulu punya riwayat amandel. Iya, dulu waktu kecil sering badan panas karena amandel bengkak. Tapi itu rasanya sudah jutaan tahun cahaya yang lalu. Terakhir mungkin waktu SD. Lha terus kenapa sekarang muncul lagi dan bikin saya demam tinggi nyaris semaput?

Itu penyakit muncul dadakan juga. Tiba-tiba malamnya saya kebangun dari tidur dalam keadaan demam tinggi dan menggigil. Tenggorokan panas. Saya nyaris nggak tidur semaleman karena kedinginan. Paginya masih demam, tapi saya paksa bersih-bersih rumah karena merasa setrong. Yang berujung pada badan lemas nyaris semaput. Ckckckā€¦

Waktu lagi sakit itu juga saya jadi bertanya-tanya dong kenapa amandel ini bisa bikin tumbang setelah ratusan purnama berlalu. Jawabannya mungkin sebagai alarm alami yang mengingatkan saya buat menjaga kesehatan diri sendiri lebih baik lagi. Beberapa minggu sebelumnya saya memang sempat ugal-ugalan menjalani hidup. Mulai dari makan yang nggak teratur, kebanyakan makan pedes tingkat dewa, sengaja pulang kerja malem-malem karena suka sama suasana di kantor setelah jam 5 (ini serius, kantor sekarang damai banget jam segitu), sampai kebiasaan begadang memikirkan hal-hal yang sudah nggak seharusnya dipikir. Belum lagi setelah itu saya kecapekan pindahan rumah. Intinya sakit ini adalah akumulasi dari hal random yang datang nggak menentu dalam hidup saya.

Sakit memang nggak enak. Tapi ada efek positifnya sih. Saya jadi bisa tidur seharian dan nggak megang gadget sama sekali. Iyalah, gimana nggak bisa tidur kalau badannya lemes gitu. Hahaha.

Jadi, setelah sakit, apa saya sudah mulai menjaga kesehatan lagi? Jawabannya sih nggak juga hahahaha. Efek minum antibiotik yang bikin lidah terasa pahit malah bikin saya craving micin. Padahal kan amandel pantang makan micin. Lha ini aja, nggak ada seminggu pasca sakit, saya sudah nyetok Qtela ukuran paling besar di rumah buat camilan. Iya, begitulah manusia. Hobi banget sih mempertahankan hal-hal yang bikin sakit sendiri hanya demi kebahagiaan sesaat.

Sekian dan terima kasih.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *