Spekulasi Makhluk Sakit Hati yang Nggak Kebagian Flash Sale Xiaomi Redmi 5A

Spekulasi Makhluk Sakit Hati yang Nggak Kebagian Flash Sale Xiaomi Redmi 5A

Jadi begini, sejak pertama kali mendengar kabar launching Xiaomi Redmi 5A secara resmi di Indonesia, saya termasuk salah satu netizen yang berbahagia. Gimana nggak, cuma dengan harga Rp 999 ribu aja kamu sudah bisa dapet smartphone entry level yang speknya jauh lebih unggul kalau dibandingin produk tetangga sebelah.

Murah, tapi nggak murahan, gitu sih penilaian saya terhadap smartphone ini. Prosesornya sudah pake Quad-core Snapdragon, bukan Mediatek lagi, ya meskipun versi entry juga sih. Kameranya 5 MP + 13 MP, standar sih, tapi sejauh pengalaman saya, kamera Xiaomi nggak pernah bikin kecewa. Layar 5 inch, kapasitas baterai 3000mAH. Ya intinya kalau kamu bandingin sama produk lain dari tetangga sebelah, spek ini jelas masih unggul jauh. Banget.

Flash Sale Xiaomi Redmi 5A
Begini penampakan Redmi 5A, gan..

Tapi, karena ini bukan blog tekno, kalau kamu mau lihat spek lengkapnya Xiaomi Redmi 5A ini langsung saja baca di sini ya.

As usual, Xiaomi bikin flash sale buat menjual jagoan terbarunya yang satu ini. Seminggu sebelum flash sale saya udah dibuat galau, antara mau ikutan atau nggak. Mau sih, punya satu Redmi 5A yang warna pink gitu, cakep kali ya. Lagian kapan lagi bisa punya smartphone harga sejutaan tapi speknya udah keren gitu kan? Tapi, keinginan ini tertahan oleh fakta kalau saya udah punya 2 smartphone. Dan menurut azas kebutuhan yang saya anut, saya nggak butuh hape ke-3. Hmm, baiklahh…

Pada akhirnya pacar yang ikutan flash sale, karena memang dia lagi butuh hape. Lalu bayangan bisa punya Xiaomi Redmi 5A yang keren dan super murah itu pun sudah di depan mata. Tapi, ternyata ikutan flash sale kali ini nggak segampang yang dikira. Sekitar dua tahun lalu, saya juga pernah beli hape dengan metode flash sale-nya si Lazada, barangnya kebeli dan semua orang bahagia.

Beda banget sama flash sale-nya si Xiaomi Redmi 5A ini. Barang udah masuk keranjang belanja, lalu lanjut ke pembayaran. Tapi waktu lagi masukin nomor credit card, malah balik lagi ke halaman utama. Lalu terpampang pengumuman kalau Xiaomi Redmi 5A sudah sold out. Padahal si pacar ini belinya pas jam 11.00, begitu flash sale resmi dibuka. Wait, what?

Flash Sale Xiaomi Redmi 5A
Masa iya bisa sold out cuma itungan menit sih?

Dan Lazada pun dengan bangga membuat pengumuman kalau flash sale pertama mereka habis hanya dalam waktu 3 menit saja. Bah! Emang secepat apa sih koneksi internet orang-orang Indonesia yang bisa menyelesaikan proses belanja online dalam waktu kurang dari 3 menit?

Lalu flash sale kedua tiba. Kali ini bukan cuma pacar, tapi saya ikutan juga sih. Iseng gitu tadinya. Flash sale dimulai jam 11.00 WIB. Tapi waktu buka laman Lazada jam 11.55, lha kok tulisannya sudah sold out lagi. WTH banget kan ya? Jangan bilang jam saya kelambatan, itu jam yang saya set 5 menit lebih cepet kok. Lalu kesimpulan paling brutal yang saya bikin waktu itu: Lazada cuma ngetroll.

Flash Sale Xiaomi Redmi 5A
Ya sudahlah, mungkin memang nasib…

Beberapa hari setelah itu, secara nggak sengaja saya baca artikel di Tirto tentang curhat perjuangan wartawannya demi mendapatkan Xiaomi Redmi 5A ini. Beda sama saya yang cuma berburu flash sale, si penulis ini cerita kalau dia sampai mendatangi Mi-Store dari satu tempat ke tempat yang lain demi mendapatkan hape sejutaan ini. Toko hape lain juga didatangi. Hasilnya apa? Nihil. Intinya sih, dalam tulisannya dia memberikan keterangan, stok Xiaomi Redmi 5A ini nggak sebanding sama tingginya permintaan.

Lalu, tadi pagi saya baca artikel kalau harga Xiaomi Redmi 5A di toko hape lain, bukan Xiaomi official store seperti Lazada, atau Erajaya selaku distributor resmi Xiaomi, melonjak drastis jadi Rp 1,5 juta. Kenaikan kurang lebih Rp 500 ribu ini termasuk tinggi banget. Waktu diminta komentarnya, pihak Erajaya cuma kasih penjelasan kalau stok yang ada nggak sebanding dengan tingginya permintaan (lagi). Jadi harganya meningkat. Emang berapa sih stok yang disediakan Xiaomi? Nggak dijawab dengan memuaskan.

Sebagai barisan sakit hati yang nggak kebagian flash sale Xiaomi, wajar dong kalau akhirnya otak saya yang kapasitasnya nggak besar-besar amat ini melahirkan berbagai spekulasi. Di antaranya sih begini:

Mungkin Sebenarnya Flash Sale Itu Hanya Ilusi Semata

Flash Sale Xiaomi Redmi 5A
Mungkin sih yhaa…

Flash sale Lazada kan nggak transparan. Ya kali aja sebenarnya nggak ada flash sale, cuma numpang ‘ngiklan’ aja yang ganti judul jadi ‘flash sale’. Tujuannya apa, ya biar orang-orang pada tahu kalau ada smartphone murah yang namanya Xiaomi Redmi 5A. Toh, promo yang macem gini juga tergolong murah dan pas banget dengan prinsipnya Xiaomi buat menekan biaya produksi dan marketing seminim-minimnya untuk menjual smartphone dengan harga yang bersaing.

Xiaomi nggak perlu mengontrak brand ambassador mahal-mahal atau bikin acara launching yang ‘wah’ seperti merek tetangga sebelah. Cuma dengan pengumuman ‘flash sale’ aja udah bisa menaikkan brand value mereka dengan cepat. Ini udah langsung terbukti deh dengan semakin tingginya permintaan produk tersebut.

Kalau ada yang ingin mematahkan spekulasi saya ini, saya butuh testimoni real dari pembelinya ya. Nggak cuma modal hape sama kardusnya aja, tapi juga bukti pembelian resmi dari Lazada yang menunjukkan waktu transaksi. Ini seriusan ya.

Flash Sale Memang Ada, Tapi Jumlahnya Dibatasi

Flash Sale Xiaomi Redmi 5A
Mungkin begini visualisasi flash salenya Lazada..

Setelah saya pikir dengan seksama, spekulasi saya yang pertama kok agaknya ngawur ya. Nggak mungkin juga sih Lazada dan Xiaomi segila itu buat duet bikin flash sale tipu-tipu. Ya kecuali mereka memang menerapkan strategi promosi yang gila sih. Jadi, spekulasi saya selanjutnya adalah flash sale memang benar diadakan, tapi jumlahnya dibatasi. Mungkin hanya 100 unit yang dilepas di pasaran, itu jumlah maksimal sih menurut perkiraan saya. Bisa jadi malah kurang dari 100.

Kenapa kok gitu? Ya hitung saja estimasi sold out-nya yang cuma dalam waktu 3 menit. Setelah memperkirakan estimasi waktu dengan kecepatan internet di Indonesia dengan metode ngawang-ngawang, saya kira 100 adalah angka maksimal paling logis.

Lagian lho ya, kalau memang produknya lebih dari 100 unit, yakin itu server Lazada nggak down selama rentang waktu flash sale berlangsung? Saya sih nggak percaya kalau Lazada sudah punya server setangguh itu. Hmm…

Ya, itu tadi memang murni cuma spekulasi saja sih. Netizen jaman now kan emang sering nyinyir kalau nggak mendapatkan apa yang dimau. Selain dua spekulasi di atas, saya juga punya sedikit rasa percaya kalau memang langkanya Xiaomi Redmi 5A ini ya disebabkan permintaan produk yang tinggi banget. Siapa juga yang nggak mau punya hape canggih seharga kacang, kita ibaratkan saja begitu. Pasti pada berbondong-bondong buat rebutan dong. Kalau digambarin, macem Hunger Game kali ya. Hahaha.

Gara-gara susah dapetin hape yang satu ini, lama-lama saya jadi males. So far, flash sale masih tetap ada hingga hari ini, 17 Januari 2018. Dan kemungkinan bakal ada lagi entah sampai berapa kali. Udah lah, nunggu dijual normal aja. Ya biarpun nanti harganya udah nggak Rp 999 ribu lagi sih. Perkiraan kalau dijual normal mungkin ada di angka Rp 1,2 juta, paling mahal. Tapi beli normal begini lebih terjamin dapet barangnya dan bebas sakit hati. Nggak perlu rebutan sama ribuan orang se-Indonesia demi stok yang nggak jelas jumlahnya.

Oh iya, kalau kamu udah ngidam banget pengen beli, saya nggak menyarankan kamu belinya di toko non resmi sih. Soalnya cuma dapet garansi distributor aja, bukan garansi resmi. Kalau mau tahu bedanya, bisa baca lagi di postingan saya sebelumnya di sini, ya.

Jadi kamu gimana, udah ada yang berhasil dapet Xiaomi Redmi 5A dari flash sale Lazada dengan selamat dan bahagia?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *