Harapan Kegilaan SUICIDE SQUAD yang Berujung Patah Hati

DEBUT SUICIDE SQUAD YANG MENGECEWAKAN

Prolog:

Tulisan ini sebenarnya adalah karya Wahyu Trihantoro sedang ingin menulis, tapi nggak punya blog dan malas membuat blog. Akhirnya dia numpang posting di blog saya, dengan syarat saya minta menulis tentang review SUICIDE SQUAD. Kenapa mesti review film ini? Alasannya sederhana sih, dia termasuk golongan orang yang beruntung nonton filmnya di hari pertama tayang di bioskop.

Selera film saya dan Wahyu sendiri nggak beda jauh. Jadi, mungkin apa yang disampaikan dalam review ini nggak bakal beda dengan pendapat saya pribadi, kalau saya sudah nonton. Sayangnya, sampai sekarang belum. Nggak tahu juga kapan mau nonton. Oke, langsung aja baca review dari Wahyu aja deh, yang pastinya sudah melalui proses editing dulu dari saya. Buat yang penasaran siapa Wahyu, stalking aja medsosnya di sini.

Review Film: Debut SUICIDE SQUAD Yang Mengecewakan

DEBUT SUICIDE SQUAD YANG MENGECEWAKAN
Gerombolan Si Berat DC Comics via Cinema Blend

Salah satu film superhero yang ditunggu-tunggu tahun ini akhirnya tayang juga di Indonesia. Yup, SUICIDE SQUAD! Film yang menceritakan bergabungnya para supervillain DC Comics untuk menjalankan suatu misi memang jadi salah satu yang paling dinanti penggemar. Selain gencarnya promosi, film ini juga melibatkan jajaran pemain kelas atas Hollywood untuk memerankan karakter penjahat ikoniknya, mulai dari Will Smith, Margot Robbie, Jared Leto, dan masih banyak lagi. Beberapa trailer yang sudah tayang memang sukses bikin para penggemar comic book penasaran. Tapi, apakah filmnya akan sesuai ekspektasi?

Jangan berharap lebih, itulah yang selalu saya tekankan setiap kali menonton sebuah film. Tapi, jujur saja trailer yang ditampilkan sebelumnya membuat saya jadi berharap lebih pada film tersebut. Apalagi saya termasuk penggemar karakter Joker dan mulai tidak sabar menunggu Joker versi Jared Leto. Jadi, bagaimana nilai film ini menurut perspektif saya?

Cuma Satu Kata: Buruk

DEBUT SUICIDE SQUAD YANG MENGECEWAKAN
Suicide Squad via Suicidesquad.com

Satu kata untuk film ini: BURUK. Iya, dari awal sampai akhir saya mengalami kesulitan menemukan cara menikmati ceritanya. Alurnya terlalu membingungkan dan cepat sehingga saya kurang bisa memahami apa yang ingin disampaikan sang sutradara. Bagi saya, film ini adalah action nanggung dengan jalan cerita yang membuat orang speechless saking bingungnya. Bahkan scene aftercredit yang muncul di akhir film juga sukses membuat saya bingung.

Karakter Kurang Berkembang

DEBUT SUICIDE SQUAD YANG MENGECEWAKAN
Suicide Squad via Collider

Mungkin karena alurnya yang terlalu cepat juga akhirnya berimbas pada tokoh-tokoh dalam film yang tidak bisa mengembangkan karakternya. Bagi orang awam yang sama sekali belum tahu apa itu Suicide Squad, mereka tidak bisa mendapatkan gambaran secara lengkap bagaimana karakter masing-masing tokoh. Misalnya tentang seberapa berbahayanya Deadshot, seberapa gilanya Harley Quinn, seperti apa Captain Boomerang, Killer Croc, dan penjahat lain yang ada di dalamnya. Memang ada perkenalan tokoh di awal cerita, tapi tidak cukup untuk mewakili masing-masing karakter.

Di sini, saya cuma merasa mereka hanya karakter penjahat yang dipaksa baik hanya demi sebuah imbalan, tapi tidak menonjolkan bagaimana Suicide Squad ini adalah kumpulan supervillain yang sudah merepotkan superhero macam Batman dan Flash. Tapi, tetap ada nilai plus yang membuatnya menarik. Misalnya seperti joke ceria yang dilontarkan Harley Quinn dan Captain Boomerang yang membuat saya merasa film ini berbeda dengan karya DC Comics lainnya. Beda, karena sebelumnya DC Comics menggarap film dalam tema yang lebih dark. Jadi, joke yang ada di film ini cukup membantu saya untuk bisa menikmati film tersebut.

Kualitas Akting Tokohnya

DEBUT SUICIDE SQUAD YANG MENGECEWAKAN
Harley Quinn via Techinsider

Dari banyaknya tokoh terkenal yang terlibat dalam film ini, ada tiga nama yang mendapat perhatian saya. Mereka adalah Will Smith yang memerankan Deadshot, Viola Davis sebagai Amanda Waller, dan Margot Robbie yang berperan sebagai Harley Quinn. Ketiga tokoh ini adalah karakter yang bisa berkembang dengan baik, tidak sekadar hanya ‘dikenalkan’ saja pada penonton.

Will Smith, tidak ada yang meragukan aktingnya. Perannya sebagai Deadshot di sepanjang film mampu menggambarkan bagaimana Deadshot menjadi ‘pemimpin tidak resmi’ kumpulan penjahat ini. Dia mampu menjadi penjahat yang disegani penjahat lain.

Viola Davis berperan sebagai Amanda Waller yang menggagas konsep Tasks Force X. Dia mampu membawakan sosok wanita yang tegas, ambisius, tidak kenal takut dan sedikit kejam. Karakternya benar-benar kuat sehingga membuat penonton paham bagaimana dia ‘mengendalikan’ para supervillain ini.

Margot Robbie sebagai Harley Quinn bagi saya ibarat ratu yang mempesona, bukan karena kecantikannya tapi justru karena ‘kegilaannya’. Susah untuk menggambarkannya dengan kata-kata, hanya ada satu kata untuknya: Perfect.

Harley Quinn diceritakan sebagai pendamping Joker yang pas. Dia gila, centil, slengekan, dan mampu memperlihatkan rasa cinta matinya pada sang Joker cukup membuat warna tersendiri bagai film ini. Saking baiknya peran yang dibawakan, kalau saja Harley Quinn bukan pacar Joker, saya juga mau sama dia. Serius. Ekspresi yang ditampilkan, baik itu saat sedih, marah, bahkan saat sedang gila sukses membuat saya jatuh hati. Pengembangan karakternya cukup berhasil sepanjang film, di mana sosoknya yang dominan gila di awal menjadi lebih ‘gila’di akhir, walau dikemas dengan cara yang sentimental.

Nasib Tokoh yang Lain?

DEBUT SUICIDE SQUAD YANG MENGECEWAKAN
Enchatress via Telegraph

Tokoh yang lain tidak banyak memberi kesan buat saya. Contohya Captain Boomerang yang diperankan oleh Jay Courtney, bagi saya dia hanya pria berjenggot yang doyan bikin onar dan punya boneka unicorn berwarna pink. Atau El Diablo yang membuat saya berpikir apa tujuan dia terlibat dalam tim. Ya sebagian besar tokoh lain hanya mendapat bagian yang sedikit atau dialog yang sedikit sehingga peran atau karakter mereka kurang menonjol. Bahkan tokoh antagonisnya yaitu Enchantress yang diperankan Cara Delevingne kurang mendapat porsi pengembangangan karakter, sehingga alasan dia untuk menguasai dunia terlihat konyol.

Kemudian tokoh Rick Flagg yang telalu egois dan punya watak tentara sejati kurang begitu kuat dalam menjadi pemimpin tim ini. Bagi saya, Joel Kinnaman, sang pemeran Rigg Flag justru terlihat seperti pria emosional yang marah karena pacarnya berkhianat. Justru Joker yang seharusnya bisa jadi tokoh potensial, malah mendapatkan porsi yang sedikit banget dalam film ini. Scene saat dia berada di dalam kamar hotel duduk di antara peralatan yang disusun adalah salah satu adegan di mana Joker versi Jared Leto tampak maksimal.

Overall film ini menurut saya kurang begitu menarik dalam kemasannya, padahal film ini punya promosi yang sangat bagus. Jajaran tokoh terkenal yang memerankan karakternya tidak terlalu menyelamatkan film ini karena kurang seimbangnya peran tokoh tersebut. Saya harap apabila ada film keduanya, hasilnya bisa lebih baik terutama dalam membuat cerita dan pembagian peran masing-masing tokoh.

Epilog:

Jujur sih, denger cerita tentang seberapa buruknya SUICIDE SQUAD ini bikin saya patah hati. Gimana nggak, saya udah nunggu banget film ini. Khususnya Joker, lebih khusus lagi Jared Leto. Tapi memang porsinya di film nggak sebesar yang diharapkan. Sebenarnya juga udah terlihat banget dari trailer sih. Well, terima kasih buat Wahyu yang sudah menyempatkan diri menulis di blog saya. Kapan-kapan lagi ya! xD

10 thoughts on “Harapan Kegilaan SUICIDE SQUAD yang Berujung Patah Hati

  1. Mirip dengan Batman Assault on Arkham… Di sana juga sama, plotnya cepat dan tidak ada perkembangan karakter.
    Sulit memang untuk menikmati jika tidak familiar dengan karakter-karakter yang ada di sana. Dalam Assault on Arkham, satu kata untuk menggambarkan orang yang menganggapnya buruk, AWAM.

    1. Aku sendiri belum liat sih Mba, ini cuma tulisannya seseorang yang numpang posting aja.. cuma menyampaikan pendapat 😀

  2. Setuju banget, semua pada nunggu peran joker tp cuma bentar doang, peran paling buruk itu diablo, udah ekting nya jelek, peranga jg gak penting

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *