Jadi, Sudahkah Kamu Lebaran Sama Mantan? *Ups

Jadi, Sudahkah Kamu Lebaran Sama Mantan

Apa sih momen paling galau yang kamu rasain waktu Lebaran tiba? Pas waktu silaturahmi bareng sodara lalu diberondong dengan pertanyaan “Kapan…?” yang sakral itu? Mulai dari kapan lulus, kapan punya pacar, kapan nikah, dan kapan-kapan lainnya yang kalau didaftar bisa panjangnya jadi satu artikel sendiri.

Tapi, jangan bayangin momen galaunya kelar sampai situ aja. Selain mencari jawaban pamungkas dari pertanyaan di atas, PRnya masih ada lagi: mau silaturahmi sama mantan atau nggak ya?

Kalau diamati sih, saat Lebaran tiba, kaum millennial kekinian biasanya terbagi menjadi dua kubu. Yaitu kubu yang silaturahmi sama mantan dan kubu yang memilih buat nggak silaturahmi sama mantan. Alasannya ya macam-macam. Kubu silaturahmi sama mantan biasanya hubungannya lebih selow sama si mantan ini. Mungkin karena putusnya baik-baik atau sudah terbiasa dengan status ‘mantan’, mereka lebih gampang menjalin silaturahmi di hari yang Fitri. Tapi, berani taruhan deh, jumlahnya nggak sebanyak yang dikira. Selain itu, nggak sedikit juga yang ujung-ujungnya baper sendiri setelah silaturahmi. Ya begitulah yang namanya hati, rentan banget berubah kalau berhubungan sama mantan.

Tapi, kondisi berbeda datang dari kubu yang anti silaturahmi dengan mantan. Kubu ini mungkin merepresentasikan ungkapan ‘there’s no good in goodbye’ gitu. Mereka yang memilih nggak silaturahmi ini punya hati yang rentan terjebak kenangan. Jadi daripada nanti malah memunculkan kenangan yang nggak terduga, mereka memilih menghindar satu sama lain.

Berada di kubu mana pun kamu, yang namanya masalah hati emang penuh misteri. Lebaran emang wajib silaturahmi. Tapi, kalau silaturahmi ini rentan membawa kebaperan tingkat tinggi yang bikin kamu jadi sakit sendiri, ya nggak usah dipaksakan. Atau pilih jalan silaturahmi yang minim risiko. Misal, komen di postingan FBnya, ninggalin jejak di blog post-nya, atau media apapun selain chatting langsung. Jadi biar konten silaturahminya lebih fokus dan nggak bikin baper.

Tema Lebaran sama mantan ini mengantarkan saya pada chat random bersama Penulis Empiris, di suatu sore saat puasa terakhir. Dia yang memilih nggak silaturahmi sama mantannya punya alasan tersendiri, “Takut membuka gerbang kenangan baru. Takutnya pintu buat orang lain malah makin nutup.” Begitu yang dia bilang.

Ada benarnya juga sih. Kalau hubungan sama mantan sudah dirasa nggak mungkin, sesayang apapun kamu sama dia, jangan malah membuka gerbang kenangan baru yang bikin jadi nggak bisa move on. Karena hidupmu harus terus berjalan. Nggak bisa terus-terusan nengok ke belakang.

Lalu kalimat pamungkas dari Penulis Empiris ini bisa jadi jawaban dari segala kegalauan hati buat kamu yang masih bingung harus silaturahmi sama mantan atau nggak.

“Biarin ngalir aja. Ikutin kata hati. Kalau jodoh juga nggak ke mana.”

Iya, kalau jodoh juga nggak ke mana kok. Asal jangan lupa berusaha dan nggak kamu lewatin begitu saja.

Selamat Lebaran ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *