Nyinyir, Budaya yang Seharusnya Nggak Dibawa di Kantor

Nyinyir, Budaya yang Seharusnya Nggak Dibawa di Kantor

Berkecimpung dalam dunia kerja memang memungkinkan kamu bertemu dengan banyak orang dari berbagai latar belakang. Nggak semua rekan kerja memiliki karakter yang ‘menyenangkan’ menurut versi kamu. Selain itu, lingkungan kerja yang penuh dengan tekanan, deadline, dan omelan si bos sering juga menjadi unek-unek tersendiri. Tapi, jangan sampai membawa budaya nyinyir di lingkungan profesional, lho.

Nyinyir, atau membicarakan sesuatu dengan nada yang sinis, cenderung menghujat atau malah bergunjing memang menjadi kegiatan yang identik dilakukan wanita. Saya sendiri juga sering kok nyinyirin orang di medsos. Tapi ternyata kebiasaan ini bisa menjadi budaya buruk jika dibawa ke dalam dunia kerja. Dan seringnya, para wanita yang katanya lebih mengandalkan emosi ketimbang logika ini memang melakukan kebiasaan tersebut di kantor.

Hal ini sih biasanya diawali dengan kejadian sederhana seperti curhat. Misalnya saja bercerita dengan teman di kantor tentang Si A yang tidak kooperatif diajak bekerja sama tiba-tiba menjadi lebih dramatis saat ada teman lain menambahkan cerita lain tentang si A yang nggak kalah menyebalkan. Lalu datang teman lain lagi yang juga ikutan nimbrung menceritakan beragam hal negatif yang lebih seru lagi tentang Si A. Nah, di sinilah drama nyinyir dimulai.

Topik yang bisa dinyinyiri pun cukup beragam, nggak hanya sebatas rekan kerja yang dinilai nggak kooperatif saja. Bahkan kehidupan pribadi rival di kantor juga bisa jadi tema menarik yang bisa bikin aktivitas nyinyir ini terbagi menjadi beberapa part karena nggak habis dibahas dalam sekali jam makan siang aja. Bos yang galak hingga kebijakan di kantor pun bisa jadi bahan obrolan yang hangat. Media yang digunakan untuk nyinyir pun beragam, nggak sebatas curhat saat tatap muka saja. Fasilitas chatting di kantor hingga grup BBM khusus pun bisa dibuat agar bisa saling menyinyir hingga puas.

Nyinyir, Budaya yang Seharusnya Nggak Dibawa di Kantor
Teman kantor yang kurang kooperatif bisa jadi topik nyinyir via blueshorestrategies

Lalu pertanyaannya, manfaat apa sih yang kamu dapat dari aktivitas nyinyir ini? Memangnya setelah dinyinyiri habis-habisan di grup chat khusus itu, lalu temanmu yang menyebalkan bisa berubah sikapnya? Ajaib banget kalau memang bisa seperti itu…

Justru nyinyir hanya akan memberikan dampak negatif pada kemajuan kariermu. Kira-kira, beberapa hal inilah yang bakal kamu alami:

Nyinyir bikin kamu nggak fokus kerja. Iyalah, apalagi kalau nyinyirnya lewat aplikasi chatting. Kelihatannya aja kerja, padahal serius ngetik yang isinya cuma nyinyiri orang. Kamu mungkin bisa saja berdalih melakukannya sambil multitasking dengan tugas kantor. Tapi, kehebatan multitasking manusia itu sejauh yang saya pahami hanya ilusi semata.

Kamu jadi nggak produktif. Fokus perhatianmu kini hanya ada pada satu hal: nyinyir. Jadi, waktu senggang yang seharusnya bisa digunakan untuk istirahat atau mencari inspirasi jadi terbuang percuma hanya dalam forum nyinyir yang nggak mutu.

Citra diri jadi negatif. Gara-gara geng nyinyir di kantor yang ngehits itu, kamu pun berpotensi untuk lebih terkenal sebagai biang gosip. Bukan prestasi yang membanggakan pastinya. Profesionalisme kamu dalam bekerja pun akan dipertanyakan. Padahal mungkin kamu memiliki potensi besar untuk mencapai lebih dari posisi kamu sekarang. Tapi, gara-gara terkenal nyinyir, kelebihanmu dalam bekerja jadi tidak terekspos. Waspada juga jika gosip yang kamu nyinyiri mendadak jadi viral di kantor. Kalau sudah terdengar oleh atasan, bisa-bisa kamu kena blacklist.

Perjalanan di lingkungan pekerjaan memang nggak semulus pahanya SNSD. Tapi meskipun demikian, nyinyir pun nggak akan memberikan perubahan apa-apa. Jika memang ada hal yang nggak kamu suka dari rekan kerja atau bos, lebih baik cari cara agar bisa mengomunikasikannya dengan baik.

Jika ada teman yang mengajak untuk nyinyir, lebih baik tutup telinga dan alihkan pembicaraan dengan hal yang lebih menyenangkan. Atau segera tinggalkan dia dengan alasan apapun yang bisa kamu buat. Daripada membuang waktu untuk nyinyir, lebih baik manfaatkan untuk hal-hal yang bisa meningkatkan skill-mu. Bagaimana pun juga, kamu bekerja bukan cuma untuk mencari uang. Kamu sedang membangun karier untuk masa depanmu. Jadi, alangkah baiknya jika kamu bisa mulai bijak menentukan mana tindakan yang layak dilakukan, dan mana yang sebaiknya harus ditinggalkan.

Stop budaya nyinyir di kantor, ya!

2 thoughts on “Nyinyir, Budaya yang Seharusnya Nggak Dibawa di Kantor

  1. jadi ingat 10 tahun yg lalu ketika masih kerja
    mmg berkumpul dg banyak orang dan banyak karakter adalah susah2 gampang
    dimanapun kita pasti akan menemukan orang spt itu
    kalau saya sih yg penting bisa membawa diri dan bersikap profesional saja

    terima kasih sharingnya mbak…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *