Rencana Kadang Hanya Jadi Rencana

Kadang Rencana Hanya Jadi Rencana

Kamu tahu, rencana kadang hanya jadi rencana. Setelah membaiat diri sendiri supaya mulai ngeblog rutin lagi demi membahagiakan diri, kenyataannya udah berapa lama saya nggak update postingan lagi? Semua berawal dari rasa eneg setelah dibombardir email kantor selama semingguan ini yang bikin energi habis terkuras. Gimana nggak terkuras, sampai halaman pertama email itu penuh sama email baru yang semuanya minta “secepatnya”.

Pas sampai di rumah, baru inget kalau ada tagihan draft dari klien lain yang juga harus disetor ASAP. Yaudah, akhirnya saya nulis super ngebut yang speed-nya udah nggak manusiawi lagi. Di titik jenuh yang maha tinggi saya sempet mikir, tahun depan mau pensiun nulis. Mau ngurus anak aja. Nggak tahu juga anaknya siapa yang mau diurus sih. Hahaha.

Cerita tentang rencana lainnya datang beberapa minggu lalu. Jadi dulu, beberapa tahun yang lalu (kalau nggak salah), ada seorang cowok yang deketin saya. Dulu dia sampai ngebet banget minta nomor HP saya, padahal udah jadi teman di BBM. Tahu alasannya kenapa? Biar dia bisa telepon saya tiap malem. Dulu BBM masih belum ada fitur BBM voice ya, Guys. Tapi waktu itu jelas lah saya tolak mentah-mentah. Males amat kalau harus diganggu dari berbagai penjuru gitu kan…

Tapi Tuhan punya rencana lain. Beberapa minggu lalu saya kembali dipertemukan olehnya dalam sebuah project. Dan posisinya kebalik, saya yang jadi so desperate minta nomer Hpnya. Dan saya selalu jadi orang yang ngechat duluan karena butuh (serius ini demi proyekan), dan selalu terpaksa end chat duluan setelah obrolan udah nggak fokus lagi. Hayati lelah rasanya.

Dari hal-hal kecil itu, saya jadi kepikiran sesuatu. Bahwasanya Tuhan memang maha segala-galanya untuk mengubah rencana yang sudah kita susun rapi. Tujuannya mungkin menguji kamu. Apakah kamu cukup istiqomah dengan rencana yang dimiliki? Apakah kamu yakin dengan rencana yang sudah kamu bikin itu? Atau sekadar menguji titik fokusmu, yang kalau aja kamu berhasil lolos ujian itu, besar kemungkinan kamu dekat dengan kesuksesan. Sukses dalam arti luas ya, nggak cuma pekerjaan.

Nggak hanya rencana, Tuhan juga maha membolak-balikkan hatimu. Seperti cerita seorang teman yang berencana menikah dengan pacarnya, lalu di tengah jalan ketemu lagi dengan mantan pacarnya. Dia baru sadar kalau orang yang sebenarnya dicintainya itu ya mantan pacarnya ini. Tapi sayangnya, dia baru sadar seminggu sebelum hari H ijab kabul. Momen yang menurutnya sudah sangat terlambat buat membatalkan pernikahannya karena nggak mau menyakiti dua keluarga.

Iya, akhirnya dia memang menikahi calon istrinya itu, dia nggak menyakiti siapa-siapa. Tapi dia nggak sadar kalau itulah awal dia menyakiti dirinya sendiri. Mendengar ceritanya yang masih belum bisa move on dari si mantan bikin saya makin percaya dengan salah satu quote Sujiwo Tejo.

“Menikah itu rencana, mencintai itu takdir. Kamu bisa berencana menikahi siapa, tapi tidak bisa merencanakan cintamu untuk siapa.”

Iya, Tuhan memang maha membolak-balikkan rencana. Tapi begitu menyangkut hati, apa yang sudah nggak sesuai rencana akan sulit dikembalikan lagi. Dari teman ini saya banyak belajar. Jika hati sudah terlanjur berantakan, kamu akan sulit mengembalikan kepingan hatimu pada tempatnya lagi. Sekeras apapun kamu berusaha.

Jadi ya gitu, rencana kadang memang hanya rencana. Kalau rencana kecil aja yang nggak bisa terwujud, mungkin kamu bisa bikin rencana baru yang lebih baik. Tapi kalau rencana besarmu yang gagal, mungkin kamu lagi kurang dekat dengan Tuhanmu.

Baca Juga Dong…

Break Menulis Itu Nggak Dosa Kok!

A Moment To Remember: Ketemu Bernard Batubara!

Berbagai Keuntungan yang Bisa Kamu Peroleh dari Selembar Kartu Nama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *