Rumput Tetangga Memang Selalu Lebih Hijau, Kalau Kamu Menganggapnya Demikian

“Galau adalah saat rivalmu berada di bidang yang sama denganmu, tapi terlihat jauh lebih keren dari kamu.”

Kira-kira begitu sih bunyi status BBM saya siang ini. Dan beberapa detik kemudian status ini langsung dibalas oleh pasangan saya yang nun jauh di sana, yang menyimpulkan kalau saya sedang minder.

Ceritanya bermula saat saya sedang melakukan facebook walking siang ini, di sela waktu kerja saat di kantor. Lalu melihat notifikasi seseorang memposting sesuatu di grup agency yang saya follow. Jadi grup itu yang biasa saya intip jika ingin mencari informasi tentang dunia digital agency atau startup yang rata-rata berlokasi di ibu kota.

Dan orang yang memposting sesuatu di grup agency itu adalah teman lama yang saya kenal sejak kuliah. Yang beberapa minggu lalu fotonya menghiasi timeline saya, menggambarkan kondisi dia yang sedang dinas negeri tetangga. Iya, luar negeri, bukan cuma luar kota. Dengan gaya layaknya anak gaul ibukota dan dandanan ala mbak-mbak public relation. Intinya, dia kelihatan sukses. Kelihatannya, lho.

Pasangan saya memberi saran agar saya tidak perlu merasa minder. Lalu saya teringat kalau setahun yang lalu kira-kira, dia pun pernah mengalami sindrom seperti ini. Melihat temannya bekerja di perusahaan tertentu dan tampak lebih sukses dari dia. Sementara dia berada di pedalaman Kalimantan yang jauh dari fasilitas dan sarana yang memadai. Saat itu, saya hanya memberikan wejangan padanya agar selalu sawang sinawang.

Sawang sinawang ini merupakan istilah khas orang Jawa yang merujuk pada apa yang terlihat dari orang lain belum tentu senyaman dengan yang kamu pikir. Iya, mungkin benar temanmu kerja di kota besar, kelihatan sukses karena bekerja di perusahaan ternama. Tapi, belum tentu dia merasa sebahagia yang kamu pikir. Jadi, nggak selamanya yang terlihat itu adalah seperti yang kelihatan.

Jadi, iya, saya pun merenung setelahnya. Tapi, saya ralat dulu, saya tidak merasa minder dengan dia. Saya hanya merasa kalau seharusnya bisa lebih baik dari dia saja. Beda sama minder, kalau yang saya rasakan semacam dorongan yang membuat saya seharusnya bisa mencapai yang jauh lebih baik dari dia. Ambisius mungkin ya.

Sebenarnya nggak masalah sih kalau hal tersebut bisa menjadi motivasi yang membuat kamu jadi lebih baik. Tapi, terlalu ndhangak pun nggak bagus. Melihat terlalu ke atas cuma bikin kamu lebih stres. Dan iya, terus kenapa kalau memang ada seseorang yang kamu anggap rivalmu terlihat lebih sukses? Kan, itu baru hanya kelihatannya. Kamu juga tidak tahu kehidupannya secara lebih mendalam.

Rumput Tetangga Memang Selalu Lebih Hijau, Kalau Kamu Menganggapnya Demikian
Rumput Tetangga Memang Selalu Lebih Hijau, Kalau Kamu Menganggapnya Demikian

Lagipula, nggak ada standar tertentu atas pencapaian yang diperoleh masing-masing orang kok. Materi nggak bisa menjadi standar bahagia. Yang penting adalah apakah kamu menikmati yang saat ini kamu lakukan dan puas dengan apa yang sudah berhasil kamu kerjakan? Live your life, live the dream. Kalimat itu sudah seperti mantra dalam diri saya untuk menjalani hidup yang sesuai dengan kriteria saya secara pribadi. Tanpa perlu menyesuaikan dengan standar yang dimiliki orang lain. Yang penting saya tetap memiliki mimpi dan berusaha mencapainya, supaya tidak hidup seperti zombie. Jadi, kenapa saya bisa lupa sih?

Jadi, intinya sih, sindrom yang saya rasakan sebenarnya wajar banget. Tapi, jangan sampai kadarnya berlebihan karena nggak baik untuk kesehatan. Rumput tetangga memang selalu terlihat lebih hijau. Selalu. Selama kamu menganggapnya demikian. Tapi, persepsi itu kan bisa kamu ganti. Warna hijaunya bisa kamu ubah menjadi merah, kuning, hitam, yang tentu saja mewakili interpretasi makna yang berbeda juga. Nikmati apa yang sedang kamu jalani saat ini, apapun aktivitas yang sedang ditekuni. Dan jangan lupa, selalu berusaha untuk lebih baik. Manusia selalu berkembang setiap detik. Jadi, jangan hentikan langkahmu untuk jalan di tempat karena nggak tahu arah mana yang ingin kamu tuju.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *