Semua Butuh Jeda

Semua Butuh Jeda

Untuk pertama kalinya setelah delapan tahun pacaran, saya memutuskan buat break sejenak dengan pacar. Buat saya, ini termasuk salah satu keputusan yang besar karena selama ini kami nggak pernah sampai memutuskan untuk break. Mau bertengkar sehebat apapun, paling hanya marahan beberapa hari dan nggak pernah berujung pada break, apalagi putus.

Menurut saya, break dalam sebuah hubungan itu wajar. Semua butuh jeda. Kalau katanya Chicago sih, even lovers need a holiday far away from each other. Saya kira itu benar. Delapan tahun mungkin sudah jadi masa yang menyesakkan, ditambah kami menjalani hubungan jarak jauh yang nggak gampang. Kami butuh sedikit jeda untuk diri sendiri. Terutama buat saya sih, karena saya punya alasan kuat melakukannya. Untuk menyelamatkan hubungan kami secara alami.

Saya percaya kalau jarak bisa membuat seseorang menjadi lebih dewasa. Itu yang saya harapkan terjadi dalam diri saya. Setelah beberapa minggu lalu sempat terdistraksi oleh sebuah masalah hati yang cukup rumit, saya butuh jeda untuk menenangkan diri. Jujur sih, hubungan kami, saya dan pacar, sama sekali nggak ada masalah apa-apa. Yang bermasalah adalah saya. Saya yang lagi kacau beberapa minggu belakangan ini, dan pastinya berdampak pada hubungan kami. Saya ingin menyelamatkan diri sendiri terlebih dahulu, sebelum hal ini malah membuat hubungan saya dan pacar semakin nggak sehat.

Saya hanya break, nggak benar-benar putus. Walaupun komunikasi sudah sama sekali terputus beberapa waktu belakangan ini. Membiasakan diri untuk sendirian ternyata nggak gampang. Saya nggak punya tempat buat cerita, rewel, apalagi marah-marah. Kalau biasanya WhatsApp saya ramai oleh chat darinya, telepon, atau bahkan video call, sekarang nggak ada yang saya tunggu. Sepi sih, tapi saya nggak kesepian. Saya lagi menikmati masa-masa tenang ini sambil melakukan self therapy. Ternyata ada banyak sisi positifnya kok. Saya jadi punya banyak waktu buat diri sendiri, buat menulis random seperti tulisan ini, bahkan kemarin sempat menulis cerpen dalam waktu 3 jam saja. Keren, kan?

Jeda itu sehat kok, asal kamu punya alasan dan tujuan. Break bisa menyelamatkan hubunganmu dengan pacar kalau memang masalahnya ada pada hubungan itu atau masing-masing individu yang terlibat di dalamnya. Break bisa memberi waktu buat berpikir dengan jernih. Gitu sih kata-kata pacar waktu saya bilang kalau saya butuh break. Dan dia menyanggupinya sambil tetap percaya kalau saya pasti akan kembali. Sok tahu banget ya? Hahaha.

Kalau kamu sendiri pernah break dengan pasangan nggak? Alasannya apa?

Baca Juga Dong:

Balada Meminta Sim Card Baru di Grapari

Bikin Diri Sendiri Merasa Dicintai

Kaleidoskop Drama yang Jadi Cobaan Selama Berstatus Pejuang LDR

2 thoughts on “Semua Butuh Jeda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *