Susahnya Meminta Maaf…

Susahnya Meminta Maaf

Sebagai seorang manusia yang sama sekali nggak sempurna, ada deretan bentuk ketidaksempurnaan yang saya miliki. Salah satunya dari segi emosi. Selain nggak stabil dan baperan kalau urusan mantan yang belum selesai, saya juga gampang meledak-ledak. Emosi tak terbendung kalau udah kadung marah. Mungkin tergolong kompulsif ya, kalau menurut istilah seseorang di masa lalu. Tapi kalau pacar saya sih menggambarkannya dengan satu kata mulia: simba.

Ada banyak hal yang bisa bikin saya meledak secara mendadak. Apalagi kalau lagi PMS, bawaannya seperti ingin makan semua orang yang ‘menyerang’ kestabilan emosional saya. Kalau nggak ada pelampiasan, biasanya saya cari gara-gara sama pacar sekadar untuk meluapkan emosi. Iya, kasian pacar saya pasti udah bulukan banget 6 tahun ini jadi ajang pelampiasan kemarahan yang nggak jelas dari saya.

Selain pacar, sasaran paling dekat lainnya yang biasa kena semprot waktu lagi meledak-ledak gitu adalah adek saya. Jangan bayangin mereka dua sosok imut tanpa dosa yang tiba-tiba kena amukan nggak jelas Mbaknya ya. Mereka yang udah pada ABG juga punya banyak hal yang bikin saya kesal. Dan bisa kebayang nggak sih tiga orang cewek yang pada dasarnya cerewet itu saling berantem di dalam rumah. Rame pasti iya. Dan amukan saya bisa semakin luar biasa kalau lagi PMS atau sekadar stres gitu.

Tapi, sebagai manusia saya juga punya hati nurani kok. Biasanya nggak lama setelah marah-marah gitu langsung muncul penyesalan yang muncul dari lubuk hati paling dalam. Setelah mengamuk abis-abisan, hati saya langsung terpanggil jiwanya untuk segera melakukan gencatan senjata. Jadi, marahan nggak pernah lama-lama sih. Tapi ya gitu, adek-adek saya udah terlanjur ngambek juga abis diomelin nggak jelas sehingga proses rekonsiliasi konflik berjalan dengan begitu alot.

Susahnya Meminta Maaf
Image copyright by: stumagz.com

Di sinilah terjadi proses negosiasi yang cukup panjang. Sebenarnya mungkin harusnya gampang sih, cukup bilang “Maaf” aja. Tapi, ternyata kalimat sederhana itu susah banget terucap. Saya yakin banyak juga dari kamu yang merasa bersalah tapi gengsi bilang “Maaf” ke orang terdekat. Jadi bener judul lagunya Chicago yang Hard To Say I’m Sorry. Kenyataannya emang susah.

Akhirnya kalau saya sih meluncurkan trik-trik receh yang kadang sukses kadang nggak sih. Misalnya dengan mulai ngajak ngomong duluan biarpun dicuekin, ngajak bercanda biarpun dibilang garing, atau kasih sogokan makanan favorit gitu. Nggak lupa ngajak baikan, yaa walaupun kata “Maaf”nya nggak secara eksplisit terucap sih.

Sebenarnya ini bukan kebiasaan bagus sih kalau menurut saya. Normalnya, kamu mesti berani minta maaf ke siapapun waktu mengaku salah. Nggak cuma ke pacar atau mantan aja biar diajak balikan. Tapi juga pada keluarga terdekat yang sehari-hari hidup bersama kita. Jadi, kalau kamu termasuk orang yang gengsian bilang “Maaf” sama seperti saya, yuk sama-sama latihan meminta maaf yang baik dan benar!

Baca Juga Dong:

Ajaibnya Redwin Sorbolene Moisturizer, Bikin Kulit Stres Jadi Sehat dan Lembut Lagi

Beda Xiaomi Garansi Resmi dan Distributor, Pilih Mana Dong?

Break Menulis Itu Nggak Dosa Kok!

Pengalaman Absurd Si Gadis yang Baru Berkacamata

4 thoughts on “Susahnya Meminta Maaf…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *