Workout Injury: Pertolongan Pertama, Proses Recovery, dan Tips Kembali Berolahraga

Tips mengatasi cedera saat olahraga
Spread the love

Hobi olahraga rasanya kurang seru kalau nggak pernah cedera. Hahaha. Alesan aja sih ini. Jadi, sebenarnya saya memang baru saja mengalami cedera pertama beberapa hari lalu. Setelah sebelumnya berhasil memecahkan rekor lari 2 km tanpa jeda saya yang pertama. Horeee! Lalu waktu sesi lari selanjutnya terlalu ambisius untuk bisa melampaui jarak sebelumnya. Ternyata, efeknya bikin kaki jadi keseleo.

Postingan kali ini niatnya nggak mau panjang-panjang. Cuma mau berbagi tips pertolongan pertama, penanganan, sampai gimana kembali olahraga selama proses pemulihan cedera sesuai yang saya lakukan saat ini. So, here we go.

Tips mengatasi cedera saat olahraga
Image copyright: anggarini.com

#1 Gejala

Lucunya, cedera ini nggak langsung saya rasakan setelah selesai lari. Kira-kira 2 hari kemudian, justru waktu jadwal lagi off baru terasa kalau ada yang salah dengan kaki. Pertama kali merasakan gejalanya saat malam hari menjelang tidur. Waktu itu area sekitar mata kaki saya terasa sakit buat jalan. Baru ngeh kalau itu keseleo saat melihat muncul sedikit bengkak dan urat-urat kecil yang terlihat ruwet di sekitar area yang nyeri. Saya langsung ingat sesuatu. Dulu Bapak Pijet langganan pernah bilang kalau tanda keseleo itu bisa dilihat kalau ada urat-urat yang terlihat semrawut. Katanya itu yang bikin peredaran darah nggak lancar dan bikin nyeri.

#2 Pertolongan Pertama

Sebenarnya, pertolongan pertama yang benar adalah kompres es batu di area yang cedera untuk mendinginkan otot yang kaku sehingga lebih lentur. Tapi, karena di rumah nggak punya kulkas dan terlalu malas buat keluar rumah mencari es batu, saya nggak melakukan itu. Sebagai gantinya saya menggunakan Counterpain Cool dengan harapan efeknya bakal terasa sama seperti kompres es batu, karena gelnya yang dingin.

#3 Tindakan: Pijat Urat

Sebenarnya ada sedikit kemajuan setelah menggunakan Counterpain Cool. Besoknya kaki sudah nggak begitu nyeri, tapi tetap nggak bisa leluasa berjalan, apalagi lari. Jadi, saya memutuskan buat melakukan tindakan penyembuhan selanjutnya: pijat urat.

Iya, cara ini memang tradisional banget. Tapi, saya punya sugesti kalau keseleo ya sembuhnya dengan pijat urat. Beberapa kali keseleo juga baru bisa sembuh setelah dipijat. Kali ini, meskipun sebenarnya cedera yang saya alami tergolong masih ringan, saya tetap memutuskan buat pijet aja sih. Pertimbangannya adalah kalau terlalu lama dibiarkan, nanti kalau bengkaknya menyebar malah lebih sakit waktu dipijat. Hahahaha. Selain itu, ada pengalaman sepupu yang pernah keseleo di masa kecilnya dan dibiarkan begitu saja. Saat sudah dewasa, ternyata berkembang jadi kanker tulang yang sepertinya muncul karena aliran darah kurang lancar. Kan ngeri…

#4 Back On Track

Setelah pijat, langsung sembuh? Jadi lebih baikan sih iya, nyeri sudah mereda. Tapi, yang tersisa justru njarem bekas urutnya. Biasanya kalau habis pijat urat gini kaki akan terasa kaku selama beberapa hari sampai bisa normal kembali.

Supaya rasa kaku itu hilang, saya memutuskan buat back on track keesokan harinya. Berbekal panduan membaca beberapa artikel kesehatan dari internet, saya memutuskan buat kembali melakukan latihan fisik. Jadi, seperti ini detail exercise after injury yang saya lakukan:

  • Warm up, meliputi stretching dan jalan kaki sekitar 800m.
  • Jogging sekitar 1km, dengan pace yang lebih lambat dari biasanya.
  • Cool down, kembali jalan kaki sekitar 800m.
Tips mengatasi cedera saat olahraga
Tips mengatasi cedera saat olahraga

Dalam exercise yang pertama ini, saya lebih fokus melatih otot yang kaku setelah cedera agar lebih lentur dengan memperbanyak jalan kaki. Awalnya nggak ada niat untuk lari. Tapi, demi menguatkan otot secara perlahan juga, saya coba jogging kecil dengan pace yang lebih lambat. Jelas masih ada sisa-sisa rasa nyeri tapi levelnya sedikit. Ini juga yang bikin saya bisa bertahan jogging hingga 1km. Lama-lama kaki juga terasa lebih lentur saat dibuat berlari, sempat juga punya ambisi buat nambah jarak. Tapi, saya mewanti-wanti diri sendiri buat nggak memforsir badan, apalagi ini baru latihan pertama usai cedera. Anggap saja masih ‘pemanasan’, jadi semuanya harus serba pelan-pelan, yekaaan…

#6 Tips Olahraga Usai Cedera

Dari pengalaman cedera pertama ini, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat melakukan olahraga usai cedera:

  • Lebih peka terhadap apa yang dirasakan tubuh. Tiap orang harusnya bisa mengukur kadar cederanya masing-masing sehingga bisa memperkirakan seberapa jauh olahraga yang bisa dilakukan saat recovery.
  • Prinsipnya adalah seimbang. Latihan fisik sebenarnya penting karena otot yang baru mengalami cedera perlu dilatih supaya kuat lagi. Tapi, jangan terlalu dipaksa juga supaya nggak memicu cedera yang lebih parah. Intinya, olahraga setelah cedera adalah tentang mengetahui batas diri, bukan melampaui batas.
  • Penuhi kebutuhan air putih sebelum, selama, dan setelah olahraga. Risiko cedera bakal lebih besar kalau kamu dehidrasi. Kalau diingat-ingat juga, sepertinya salah satu penyebab saya cedera juga karena asupan air putih yang kurang.
  • Perhatikan nutrisi tubuh. Kalau tips yang ini saya baca di artikel kesehatan. Jadi, asupan makanan yang tepat sangat penting untuk meningkatkan kekuatan otot dan membantu proses penyembuhan otot yang cedera. Kalau soal makanan sih sebenernya saya nggak terlalu memperhatikan. Tapi, ini penting juga dilakukan kalau ingin proses recovery cedera lebih maksimal.

Last but not least, cedera olahraga itu wajar kok, bukan tanda kamu lemah. Cedera hanya pertanda kalau kamu manusia, bukan mutan seperti yang ada dalam film-film superhero. Yah, jangan ngimpi juga lah.

Selamat olahraga lagi!

Baca Juga Dong:

Membebaskan Diri dengan Berlari

Sayangi Dirimu, Sayangi Juga Kesehatan Mentalmu

Breaking The Habit: Bersihkan Hari Aktif dari Gaya Hidup Nggak Sehat

Jadi Cewek yang Gampang Tergoda Smartphone Impian Itu Berat, Gaes!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *